Bagaimana Cara Menjadi Pemimpin yang Inovatif

Friday, May 24th 2013. | Tips

Dalam menjalankan kepemimpinan, manager seringkali menghadapi berbagai kendala, konflik atau kejenuhan yang harus segera dicarikan solusinya. Terkadang hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan dan bahkan bisa membuat seorang pemimpin merasa terombang-ambing. Suatu hal yang cukup menakutkan apabila membayangkan yang akan terjadi pada awak kapal kalau nakhodanya kehilangan arah dan tidak tahu kearah mana sang kapal akan melaju?

Jika situasi ini terjadi pada sebuah organisasi perusahaan atau tim yang Anda pimpin, maka cepat atau lambat kelangsungan hidup organisasi tersebut terancam. Umumnya hal tersebut terlihat ketika pemimpin tak lagi lantang menyuarakan visi dan misinya, tujuan perusahaan semakin nampaknya semakin jauh dari target, dan lajunya semakin lambat bahkan jalan ditempat.

Tapi kondisi tersebut bukan harga mati, masih ada cara memperbaikinya, salah satunya dengan lebih agresif meningkatkan inovasi. Dengan memiliki visi dan misi yang progresif, yang senantiasa menawarkan ide-ide segar yang mengusung perubahan dan pembaharuan, Anda akan lebih tahu apa yang harus dilakukan atau lebih siap memberikan solusi konstruktif terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

Cara Menjadi Pemimpin yang Inovatif

Beberapa cara lain guna membiasakan diri untuk menjadi pemimpin yang inovatif, seperti berikut :

1. Memiliki visi. Ini adalah syarat mutlak bagi pemimpin manapun. Inovasi lahir dari visi dan misi yang jelas, terukur dan memiliki tujuan/sasaran. Share visi Anda kepada anak buah dengan gamblang karena hal ini mengilhami mereka untuk mencari cara demi meraihnya dan menyiapkan solusi untuk menghadapi tantangannya.

2. Terbuka terhadap perubahan. Perubahan adalah kebutuhan, bukan hambatan. Pemimpin inovatif tidak mudah puas dengan hasil yang didapat dan selalu berambisi untuk berbuat lebih baik. Perlihatkan a better future painting, untuk menularkan optimisme dan keyakinan Anda bahwa perubahan yang Anda inginkan akan berbuah sukses, layak dilakukan dan tidak akan sia-sia.

3. Langgar aturan main. Maksudnya untuk tidak terlalu terpaku pada aturan yang berlaku dan dapat melakukan sedikit ‘improvisasi’. Inovasi, terutama yang radikal berarti melakukan sesuatu yang berbeda dari yang pernah ada. Oleh karena itu, pikiran lateral yang menghasilkan cara-cara baru dalam menciptakan dan menjalankan inovasi sangat dibutuhkan.

4. Mencari alternatif. Himbaulah diri Anda dan anak buah untuk melakukan dua hal, pertama melakukan pekerjaannya dengan seefektif mungkin dan yang kedua dengan cara baru. Arahkan mereka untuk berpikir dan mempertanyakan kembali peranan dan cara kerja mereka sehingga pikiran mereka lebih terbuka dan mampu melihat hal lain yang tak terpikirkan sebelumnya.

5. Siap menghadapi kegagalan. Bahkan innovator terbesar pun pernah merasakan kegagalan. Tanamkan pada diri sendiri dan orang lain bahwa kegagalan merupakan jalan menuju sukses.

6. Ujicobakan inovasi Anda. Selalu uji cobakan inovasi Anda terlebih dahulu untuk melihat respon dan hasilnya. Usahakan melakukannya langsung kepada sasaran agar lebih representatif dan mencerminkan hasil sebenarnya.

7. Selalu bersemangat. Fokus pada hal-hal yang ingin diubah dan tantangan yang akan dihadapi. Tularkan semangat dan energi Anda pada anak buah agar mereka turut mendukung Anda dengan sepenuh hati dan tenaga. Selalu tunjukkan antusiasme dan keyakinan Anda dan sebarkan setiap kali Anda berkomunikasi.

INGAT ! :

Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan.

tags: , ,